Jumat, 19 Agustus 2016

Sang Saka Kemerdekaan

"Kibarannya akan menggugah jiwa semangat yang telah hilang."


***

Kini aku berdiri di barisan tengah paling depan
dengan tiga baris lagi di belakangku
Rok pendek, celana panjang, rambut pendek, rambut panjang,
Aku tak peduli. Kami semua sama.
Kami semua sama saja.
Hanya penampilan yang membedakan kami di sini.

Satu tekad
Satu hati
dan satu tujuan
untuk mengibarkan Merah Putih yang kini
berada di barisan belakang kami
Menaikkannya hingga ke pucuk tiang teratas
Membentangkannya seraya menjaganya lalu ia akan
menunjukkan kekuatannya yang nyata
Kekuatan dari berjuta-juta, bermiliar-miliar, tak terhingga
Oleh semua yang telah memperjuangkannya
Jiwa yang rela hancur dan ditempa demi kebebasan
Kebebasan untuk memilikinya

Kini aku
dan barisanku
maju ke depan untuk membuatnya semakin dipandang
membuat orang-orang menghormatinya
ketika ia sedang dinaikkan.
Kami dengan sandang terhormat kami
Dengan rasa yang menggebu-gebu
Dengan jiwa yang membanting tulang kami sendiri keras-keras
Hanya demi dia.

Dia;
yang menjadi saksi bisu
yang menjadi tujuan
yang menjadi alasan mengapa kami semua berjuang
yang menjadi akhir
yang akan tetap terhormat dari segala-galanya di bumi pertiwi
yang mengabadi.

***
Puisi/sajak oleh A.H.
Surabaya, 19 Agustus 2016.

bersama sepi yang menemaniku,
dan setia menjadi temanku.
apapun aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komen aja gapapa.